Disini saya akan mereview kembali isi dari link web di atas.
Web ini berisi tentang ”dasar-dasar cara belajar psikologi membaca pikiran orang lain”.
Seperti yang kita ketahui bahwa membaca pikiran orang lain itu tidaklah mudah. Dalam belajar psikologi kita akan mempelajari kehidupan kejiwaan manusia seperti perasaan, sikap, pikiran, serta proses kejiwaan lainnya.
Salah satu hal kenapa saya mengambil jurusan psikologi adalah supaya saya dapat membaca pikiran orang lain agar saya tahu bagaimana bersikap pada tiap-tiap orang yang saya kenal.
Saat orang-orang bertanya kepada saya dan kemudian tahu bahwa saya kuliah mengambil jurusan psikologi, orang yang bertanya kepada saya merasa kalau jurusan psikologi adalah jurusan yang menakjubkan, mereka juga langsung berpendapat bahwa saya bisa membaca pikiran orang.
Mereka tidak tahu bahwa membaca pikiran orang lain tidak semudah itu, karena kita harus benar-benar banyak belajar, mengenali orang tersebut dan memperhatikannya.
Beberapa tips membaca pikiran orang lain :
1.      Kenalilah orang lain
Kita harus benar-benar mengenal orang tersebut, jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan.
2.      Minta umpan balik
Apa yang kita tebak dari orang tersebut lebih baik kita tanyakan kembali untuk memastikan kebenarannya. Misalnya, kelihatannya kamu sedang ada masalah, apa itu benar ?
3.      Perhatikan bagian  dari atas wajah
Emosi yang palsu biasanya diungkapkan pada dibagian bawah wajah, sedangkan emosi utama bisa dilihat dari sebagian atsa wajah, biasanya disekitar mata.
4.      Lebih ekspresif
Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.
5.      Santai atau Rileks
Dalam pendekatan terhadap orang yang anda ingin baca pikirannya sebaiknya anda jangan tegang karena bisa jadi orang tersebut juga merasa tegang pula lalu terhambat dan kemudian sulit untuk dibaca. Ambil napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.
Dalam berekspresi kita harus mengenal dahulu budaya orang tersebut, karena ekspresi emosi bisa berbeda diberbagai budaya.

Demikianlah review dari saya kurang dan lebihnya mohon maaf, karena saya juga masih belajar. Jika anda ingin benar-benar bisa membaca pikiran orang lain anda harus benar-benar belajar dan coba memahami orang yang anda ingin baca pikirannya.

Salam :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan ke Perpusnas RI