Cerpen
Ketika langit begitu gelap , udarapun
semakin dingin seperti biasanya tanda hujan akan turun . Bel sekolahpun
berdering suara sorakpun semakin keras krn rasa senang ketika waktu pulang
tiba. Monic bersama sahabatnya Serli dan Dwi yg bernama “SHINING”keluar dengan
bergaya centil anak SMA ..tiba di pinggir jalan hendak pulang naik taxi hujan pun
semakin deras dan genk Shining pun berteduh disuatu pondok .Dipondok itupun anak
Shining mulai bergosip tentang teman lainnya yg menjadi saingan mereka, dan
ketika mereka sedang bergurau datanglah seorang anak kecil memakai seragam
putih merah dengan memeluk dirinya sendiri yg sedang basah kuyup , awalnya genk shining merasa risih dengan
kedatangan anak tersebut karena anak tersebut tanpak kusam , Monic pun merasa
tersentuh hatinya ketika melihat anak tersebut dan monic pun bertanya pada anak
itu
“apa
yang kamu lakuin disini dek? “ ujar monic
“aku
mau pulang ka” kata anak tersebut sambil menggigil
“rumah
mu dimana?” ujar Monic
“rumah
aku lumayan jauh ka,aku kalau berjalan kaki ±40menit”
“lantas
kenapa kamu berjalan kaki ?” ujar Serli
“aku
gak punya uang ka” kata anak itu
“kamu
setiap pulang berjalan kaki?” ujar Monic
“iya
ka, karna aku itu tidak punya uang buat naik angkot” kata anak itu sambil
berwajah lemas
Dwi
pun berbisik-bisik pada Monic dan Serli , ia memberitahu kalau anak tersebut
adalah anak tiri yang kebetulan bertetangga dengan Dwi , anak itu seperti
dibuang oleh kedua orang tuanya yang dititipkan pada neneknya yang sudah
sakit-sakitan, ketika mendengar cerita dari Dwi si Serli dan Monic pun sedih .
“emang
orang tua kamu kemana ?”ujar Monic
“orang
tua aku sudah lama pergi ninggalin aku
ka setelah bercerai” anak itupun mulai menangis
“terus
kamu tinggal sama siapa?” ujar Serli
“aku
tinggal sama nenek ka,tapi nenek aku sekarang sedang sakit hanya bisa terbaring
ditempat tidur “ anak itupun sambil menangis
“kamu
pulang naik angkot aja ya kakak akan kasih uangnya ke kamu supaya kamu juga gak
kedinginan karna kena hujan dan kamu nanti malah jadi sakit lagi “ ujar Monic
“oh
ya ini ada sedikit roti buat kamu dan nenek kamu “ujar Dwi
“trimakasih
ya ka buat semuanya , kakak beruntung ya tidak seperti aku ..”ujar anak itu
Serli,
Dwi kenapa ya gue merasa malu sama anak itu ,gue sering banyak meminta dan slalu
merasa kurang cukup dengan apa yang gue miliki sekarang ini..tapi anak itu
slalu bisa mengucap syukur dengan kekurangan dia sampe dia berjuang berjalan
kaki sejauh itu demi menghemat tapi gue malah berfoya-foya .Gua dan Dwi juga
merasa kurang bisa mengucap syukur dan merasa belum dewasa tidak seperti itu ..
Komentar
Posting Komentar